Rabu, 13 Maret 2013

waktu main di rumah Ulfah~

Heloooooooow ~ Kali ini saya mau berbagi cerita waktu main di rumah Ulfah Nurul Mutmainnah. Memang bukan kali pertamanya main di rumah ulfah ini, sudah sering banget dari kelas 8 smp pernah main di rumah Ulfah. Pokoknya udah sering banget deh ya! Oke, waktu itu tepatnya hari libur semester 1, tanggal 5 Januari 2013, hari sebelumnya, memang sudah ngerencanain untuk main bareng, waktu itu Ulfah pingin main di rumah saya, dan saya pingin main di rumah Ulfah. Memang selalu begini, kalau main pasti yang bikin bingung masalah tempat. Saya ngebet banget pengen main di rumah Ulfah, soalnya kalau main bareng temen kalau di rumah saya sendiri tuh, rasanya bukan main, sedikit agak hambar wkwkwk. Tapi waktu kelas 8 juga, Ulfah pernah main di rumah saya juga. Begitupun sebaliknya Ulfah ngebet banget pingin main di rumah saya, well akhirnya saya lah yang menang. Haahahaa~ bagaimana saya bisa menang? Jadi gini ya, saya cerita ke Ulfah, kalau hari sabtu paginya tuh ada jadwal latihan di smp, dan saya bilang, bahwa di rumah saya ada basreng mentah yang akan saya bawa pas main di rumah Ulfah akhirnya Ulfah pun menyetujinya hahahaha. Kemudian kami membuat kesepakatan untuk besok main pukul 10.00 pagi, tepatnya setelah saya pulang latihan di smp. Keeseokan hari nya, tepatnya pada hari sabtu 5 Januari 2013, pagi nya saya latihan di smp pukul setengah 8 pagi. Dan ketika latihan, saya melihat jam yang ada di ruangan dimana saya latihan, sudah menunjukkan pukul 10.00. tetapi laihan belum selesai juga, ah gimana ini udah jam 10.00 dalam hati saya berbicara seperti itu, sampai waktu menunjukkan pukul 10.30 alias setengah 11, latihan belum selesai juga. , pikirku ko ini latihan lama banget ya -___- mungkin karena latihan nya di mulainya agak siang, tidak setengah 8. Akhirnya latihan selesai sekitar pukul 11.45 . dan ketika latihan sudah beres, saya lihat hape saya, dan ada pesan dari Ulfah “ Sop, jadi ?” saya membalas “ Jadi ul, map telat ini juga baru beres latihan, ul tunggu di gang depan ya, takut lupa lagi” mengapa saya bilang begitu? Karena rumah Ulfah masuk ke dalam gang dan berbelok-belok. Lalu saya naik angkot dari smp menuju Ciparay, dan Ulfah kembali nge sms “ Oke, sopi skrg dmn?” saya membalas “ Lagi naik angkot ul, bentar lagi nyampe Ciparay” dan ketika saya nyampe Ciparay, saya harus pergi ke belakang pasar mencari Ulfah yang sedang nunggu saya di sana. Setelah sampai di gerbang Lio, saya mencari cari Ulfah, Ulfah yang saat itu berada di pinggir jalan, yang menggunakan baju coklat, pake jaket merah dan kerudung biru dongker dan mengendarai motornya lalu Ulfah berteriak “Sop, hayu!” Kemudian saya naik ke motornya, dan singkat cerita akhirnya pun sampai di rumah Ulfah. Dan Ulfah mempersilahkan saya masuk ke dalam rumahnya itu. Terlihat di rumah Ulfah tidak ada siapa saiapa, yang ada Cuma Ulfah sama kakak cowonya Ulfah yang ganteng *eh hahahaha. Terlihat kakaknya Ulfah sedang di kamar nya. Lalu Ulfah pun bilang, “ sop, abi belum mandi da initeh, hahahah” dan saya pun hanya bilang “ abi juga ini baru beres latihan, gerah sekali nih serasa pengen mandi” hahahaahaa kemudian kita tertawa bersama-sama. Lalu Ulfah membuka pembicaraan lagi “ sop, hayu urang nonton film” sambil menuju kamar Ulfah, saya mengiyakan ajakan Ulfah, karena sebelumnya kami ber 2 suda janjian bakalan nonton film, dan saya pada saat itu membawa laptop sama baju ganti + kerudung. Lalu kami bercerita something deh ya, saling curhat curhatan gitu deh hahaha. Lalu kami menonton film Thailand yang aktornya ganteng sekali yaitu Mario Maurer dalam judul ‘Suddenly it‘s Magic’ singkat cerita kami berdua nonton bareng di kamar Ulfah, tidak lama kira2 setengah jam kami berdua menonton film, lalu perut saya mulai terasa lapar, dan saya bilang pada Ulfah “ ul, lapar hayu jajan ” ulfah menjawab “ hayu makan, da ada makan mah yu “ lalu akupun menjawab “ ngga ih, pengen jajan abi mah, “. “ bentar atuh, ini filmnya belum selesai ” kata Ulfah. “ masih lama kan ul, belum setengahnya juga -___- “ sahutku. Dan Ulfah menjawab “ iya. pas setengahnya aja atuh ya ” “ iya “ jawabku. Lalu, di tengah tengah kami berdua nonton film, saya bilang “ Ul, jajan nya yang di warung waktu itu tea ya, dan jalan ke situ tea ya “ “ ih ngga ah, ini di pinggir rumah ke situ dikit ge ada warung soppppp “ tunggu di poton g dulu ya, saya waktu itu pernah jajan ke warung yang lumayan jauh dari rumah Ulfah hanya ingin tau sesuatu, alias nge modus buat Ulfah, inget ya nge modus buat Ulfah! Wkwkwk. “ atulah ul, ayo ke warung yang itu, da ingin yang itu “ jawabku, lalu ulfah menjawab “ ah gamau ah, jauh sop ” jawab Ulfah, pokoknya pada saat itu Ulfah bersikeras gamau jajan ke warung lewat jalan situ, dikarenakan ada something dan saya sangat mengetahuinya. Wkwkwk “ atulah pengen beli makanan yang di warung itu tea atuh ul “ jawabku, lalu Ulfah menajawab “ apa atuh sop, meni pengen banget ke warung itu “ kata Ulfah. “ pengen we atuh ul, sok ulpah kenapa sok ngebet banget gamau sok? hahaaha“ jawabku, lalu Ulfah menjawab “ ih, ya hayu asalkan jalannya jangan kesana ya, lewat sini aja” lalu saya menjawab “ aaaah, ketauan nih malu buat jalan kesitu nya teh soalnya kan ngelewatin rumah…..” lalu Ulfah menjawab “ engga ih sekarang mah da udah move on  “ katanya. Lalu aku menjawab “ iya sok atuh hayu lewat jalan ke situ atuh jajannya “ lalu Ulfah menjawab “ atuh ih gimana kalo ada orang nya sok? “ lalu saya menjawab “ kan kata Ulfah juga dia mah orang rumahan, ga pernah keluar rumah pan “ dan Ulfah menjawab “ iya atuh hayu! ”. Da n saya menang lagiiiiiiiiiiiiii hahahaha. Singkat cerita akhirnya pun kami berangkat jajan ke warung, dan ketika di perjalanan dekat rumah something, terlihat Ulfah gugup sekali hahaha, dan ternyata tidak ada siapa siapa di depan rumah something nya itu dan saya berkata pada Ulfah “ tuh kan ul, ga ada “ dan Ulfah hanya ketawa saja pada saat itu, lalu ketika belum sampai di warung tersebut ketika di depan mesjid di daerah sana, ada gerobak kwetiaw, dan Ulfah berhenti lalu menawarkan “ mau mie tiaw gak sop? “ lalu saya menjawab “ hayu, ari Ulfah mau gak?” lalu Ulfah menjawab “ iya hayu mau “ lalu saya menanyakan “ mau berapaeun ul? “ dan Ulfah menjawab “ 2000 eun sop “ saya sedikit aneh, lalu saya bilang “ hah bisa 2000 juga ul?” dan Ulfah menjawab, “ bisa ih, abi juga sering kalo pulang sekolah suka beli, kalau beli 3000eun teh suka kenyang” dan saya menjawab “ oh iya atuh “ lalu Ulfah memesan 2 porsi kwetiaw. Dan kami pun menunggu kwetiaw tersebut di depan mesjid alias di terasnya. Kami berbincang bincang tiba tiba ada something sekali, yang tau hanya saya Ulfah dan Allah aja deh ya :’)))))))))) wkwkwk. Dan setelah kwetiaw itu jadi, kemudian kami menitipkan dulu sebentar kwetiaw itu di pedagang kwetiaw tersebut, karena seperti tujuan kami yang awal, kami ingin ke warung untuk membeli cemilan, sekalian membeli minum. Singkat cerita, kemudian kami pulang membawa sedikit cemilan, minuman dan kwetiaw tersebut, dan ketika sedang berjaan untuk pulang, Ulfah memilih ke jalan yang berbeda ketika kami berangkat, dan saya bertanya “ mau kemana ul ih?” Ulfah menjawab “ hayu jalan sini ah ” dan saya menjawab “ ah tadi juga kan lewat sini, terus ngapain sekarang jalan sini? ” lalu jalan kami ber dua terhenti, dan Ulfah menjawab “ aaaaaaaaaaah, ya hayu atuh “ lagi lagi saya menanggggggggggggg wkwkwkwk. Lalu sesampainya kami di rumah Ulfah, kami memakan kwetiaw tersebut sambil menonton tv dan kami pun berbincang bincang. Lalu saya membuka pembicaraan “ ul, ini basreng tea hayu urang goreng “ Ulfah menjawab “ iya hayu, entar atuh udah beres makan kwetiaw nya “ singkat cerita, akhirnya kami beres memakan kwetiaw itu, dan selanjutnya kami akan menggoreng basreng itu, sebelum di goreng terlebih dahulu basreng itu kami potong potong dan, Ulfah bilang “ Abi ah yang motonginnya, abi mah suka motongin da, eh ini da ada 2 pisaunya sop jadi bisa lebih cepet “ “ oke sip. “ jawabku. Ketika kami sedang asyik memotong motong basreng tersebut saya memakan basreng mentah yang sudah saya potong potong tersebut, lalu Ulfah bertanya kepadaku “ enak sop? “ lalu saya menjawab “ sok cobain aja.” Lalu Ulfah mencoba memakan basreng mentah tersebut, memang sedikit enak, dan Ulfah pun pada saat itu ketagihan memakan yang mentahnya. Hahahhaa. Lalu setelah kami ber 2 selesai me motong basreng tersebut dan akhirnya kami ber dua menggoreng nya, dan saya menanyakan pada Ulfah “ Ul, mana piring buat basreng nya? “ dan Ulfah menjawab “ itu sop, di rak piring “ kemudian saya mengambilnya, lalu terdengar orang yang membuka pintu, dan ternyata aa nya Ulfah, yang keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur untuk makan. Setelah semua basreng sudah selesai di goreng, saya berbisik pada Ulfah “ ul, itu aa Ulfah tawarin, bisi mau basreng “ lalu Ulfah menjawab “ ah, aa abi mah jarang makan basreng da “ saya menjawab “ tawarin aja dulu “ lalu Ulfah pun menawarkan sedikit berteriak pada aa nya ” aa, ini mau basreng ? “ “ engga” kata aa Ulfah tersebut. Kemudian kami ber dua memakan basreng tersebut sampai habis, ngga tersisa sedikitpun! Huahhaha~ Setelah itu, kami melanjutkan nonton film yang tadi di tonton, dan ketika saya melihat jam, jam sudah menunjukan pukul 13.30 alias setengah 1, dan saya bilang ke Ulfah “ ul, hayu solat udah jam setengah 2 “ dan Ulfah pun menjawab “ iya hayu sop.” “ eh ul, sekalian aja gitu ya abi ganti baju, abi bawa baju da “ kata saya. Dan Ulfah menajwab “ iya sok atuh sop, pake aja sekalian.” Kemudian kami berdua ke kamar mandi untuk wudhu, saya sedikit agak lama, karena sekalian ganti baju. Lalu setelah itu saya solat di kamar Ulfah, dan Ulfah solat di kamar ibunya. Setelah shalat, kamipun sedikit berbincang bincang, dan terdengar lagi suara pintu terbuka, seperti biasanya, yaitu suara pintu dari kamar kakak nya Ulfah yang akan keluar kamar, dan kakak Ulfah bertanya pada Ulfah “ ulpah, mana kunci motor? ” dan Ulfah pun menjawab “ ini “ sambil memberikan kunci motor ke kakak nya, lalu Ulfah pun berkata kembali pada kakak nya “ a, mau kemana ? jadi ke pangandaran a? “ dan kakak nya Ulfah menjawab “ iya, bilangin ya ke ibu, aa berangkat gitu sama temen temen da, hayu assalamualaikum “ sambil membawa motor lalu pergi meninggalkan rumah, serentak saya dan Ulfah pun menjawab “ waalaikum salam “. Tidak lama dari kejadian itu, ada bunyi sms dari ayah nya Ulfah yang isinya, nyuruh pada Ulfah untuk gentian jaga toko untuk sementara menggantikan ayahnnya yang mau shalat. Dan Ulfah bilang “ alah sop, ini ada sms dari bapa abi suruh gentian jaga toko, bapak abinya mau shalat gapapa sop kita ke toko dulu? “ dan saya pun bilang “ yu atuh hayu gapapa “ Ulfah pun kembali berbicara “ eh tapi sop, motor na ge kan di pake aa “ lalu saya menjawab “ emang tokonya dimana ? “ lalu Ulfah pun menjawab “ di pasar sop ” dan saya pun kembali menjawab “ atuh deket ul, hayu we gapapa kita jalan kaki aja “ dan Ulfah pun menjawab “ males sop jauh, ah mau nelpon ibu ah, suruh ibu aja yang gentian jaga toko ” lalu Ulfah pun menelpon ibunya, dan terdengar suara hp yang bunyi yang ternyata itu suara hendphone ibunya yang berdering di meja makan dan Ulfah pun bilang “ aaaaaaaah, ibu gabawa hape ” lalu saya pun bilang pada Ulfah “ yaudah atuh ul, kita aja we yang jagain toko, cuman di pasar kan? Kasian kan bapak Ulfah mau shalat kan ? kan ga jauh jauh amet kan ul “ lalu Ulfah pun menjawab “ atuh sop da panas, hahaha ya hayu atuh “ memang Ulfah pada saat itu sedikit mengeluh karena memang kondisi pada saat itu panas, di tambah tidak ada kendaraan untuk pergi ke tokonya tersebut. Lalu kemudian kami berdua pun jalan menuju tokonya Ulfah tersebut, setelah sampai ke tokonya, saya sedikit kecapean karena memang tokonya Ulfah itu masuk ke dalam alias berbelok belok, dan setelah ayahnya Ulfah pergi ke rumahnya untuk shalat. Kemudian Ulfah pun memperhatikan saya yang pada saat itu saya hanyabolak balik antar depan toko Ulfah sambil mengipas ngipaskan tangan karena kegerahan. Lalu Ulfah membuka pembicaraan “ kenapa sop cape ya? Haha apa kata abi ge “ sambil tertawa kecil, lalu saya menjawab “ lumayan lah hehehe “ singkat cerita, ada barang di toko Ulfah yang di taro di luar alias belum di masukin ke dalam toko, Ulfah dan saya pun memasukannya si barang tersebut berbentuk kardus panjang, dan saya memasukkan secara estafet satu demi satu, ketika barang ke 3 yang saya akan estafet kan ke Ulfah, tiba tiba saja ujungnya mengenai mata Ulfah, dan sontak Ulfah langsung kaget dan kesakitan, matanya berlinangan air mata walaupun hanya sedikit, saya kaget dan langsung meminta maap karena tidak di sengaja. Ulfah pun tidak menggap ini serius, ketika saya sibuk meminta maaf dia hanya bilang ‘ ga papa sop udah biarin ‘ sambil menggesek gesekan tangannya ke arah matanya. ‘ ul maap pisan ya ga sengaja aslina ‘ dan Ulfah pun menjawab ‘ iya meni gapapa, tapi sedikit perih sop ‘ duh perasaan saya waktu itu ga enak sekali, saya menawarkan untuk meniup matanya, dan untungnya mata nya Ulfah tidak apa apa, hanya sedikit perih saja katanya. Lalu saya nemuin selembar kertas warna biru alias kertas undangan ulang tahun. Ulfah berkata ‘ kertas apa itu sop?’ lalu gue menjawab gatau nih, nemu di sini da. Lalu Ulfah pun membuka kertas itu dan ternyata kertas undangan buah pesta ulang tahun. Lalu Ulfah sedikit bercerita tentang masa lalu nya, dia berbicara ‘ sop, dulu abi pernah da ngundang temen temen pengajian ke acara ulang taun abi tanpa sepengetahuan ibu ‘ sambil tertawa dia bercerita seperti itu. Lalu saya menjawab ‘ hah? Maksudnya mendadak gitu? ‘ ‘ iya sop, abi teh ngundang dita, nuy sama temen pengajian yang lainnya weh, terus mereka teh dateng bawa kado gera sop wkwkwk ‘ lalu saya kembali bertanya ‘ ari ibu Ulfah gimana? Pan gatau-eun kalau Ulfah ngundang temen2 pengajian kan? ‘ ‘ iya atuh sop, da abi teh, waktu kecil teh ga pernah di rayain gera, dan abiteh ingin di rayain. Abi teh susulumputan ngambil undangan kaya gini banyak, langsung di bagiin ke temen temen pengajian di tulis namanya satu persatu hahaha ‘ dan saya kembali menjawab ‘ beuh parah, bodor ih ulpah hahahaha. Terus ibu Ulfah gimana atuh pas ada temen temen dateng ke rumah Ulfah ? ‘ ‘ iya gera hahaha, ibu abi kaget-eun gera sop, kan pertama dateng teh dita ya, dita teh pake gaun buat acara ke ulang taun sop sambil bawa kado gera. Dan ibu abiteh Ulfah kenapa gak bilang bilang dulu cenah, kenapa ngedadak kaya gini cenah haha, dan ibu abiteh langsung ngedadak beli kue bolu sama bikin nasi kuning gera sop, dan itu teh lagi ada keluarga di rumah teh hahahaha ‘ ‘ beuh parah lah ul, ngakak sekali gara gara pengen pisan di rayain sampe segitunya hahahaha ‘ jawab saya. Kemudian kami berdua tertawa tawa. Tidak lama setelah kami berbincang bincang, ayahnya Ulfah kembali dateng. Dan akhirnya saya dan Ulfah kembali pulang menuju rumah Ulfah. Di tengah perjalanan sebelum memasuki gang yang menuju ke rumah Ulfah, alias gang lio ada yang jual macam macam jus yang di pinggir tempat jual jus itu tukang tambal ban, memang hari itu sangat panas, dan Ulfah menawarkan saya untuk membeli jus dengan berkata ‘ sop, mau beli jus ga ? ‘ lalu saya menjawab ‘ hayu, pas nih lagi panas panas gini minum yang seger seger ‘ Ulfah kembali bertanya ‘ mau jus apa sop? ‘ kemudian saya menjawab ‘ adanya apa aja? ‘ lalu Ulfah menjawab ‘ mangga, kaweni, jeruk sama manalika ‘ lalu saya menjawab ‘ ari Ulfah mau apa? Jus manalika aja deh ‘ dan Ulfah menjawab ‘ yaudah samain aja deh, manalika kaya sopi ’ kemudian kami membeli 2 jus manalika, seharga 12000 alias satu porsi 6000, dan ketika saya mengeluarkan uang, dan memberinya pada Ulfah dan berkata ‘ nih ul, uangnya (sambil ngasih uang 6000 ke Ulfah) ‘ tiba tiba saja Ulfah berkata ‘ apa sop, dari abi aja we ’ lalu saya kembali bicara ‘ gamau ah, ini da abige ada uang mah hahaha ‘ dan Ulfah pun kembali menjawab ‘ apa atuh sop, meni gapapa sama abi aja we di jajanin ‘ lalu Ulfah membayar 2 porsi jus tersebut. Dan saya kembali menawarkan uang saya sambil berkata ‘ ini ih, meni gapapa dari abi we ‘ dan Ulfah pun menjawab ‘ ga sop, sama abi di jajanin, kan sopi teh tamu abi udah sama abi aja di jajanin ‘ ih atuh ah gamau, meni ngerepotin ini atuh ul ’ ujar saya, kemudian Ulfah menjawab ‘ gamau ah, terima atuh sop, kan sopi teh tamu abi. Pokonya kalau ga di terima gatau ah ngambek gera, kali kali sama abi di jajanin atuh sop ‘ ujar Ulfah. Ya dari pada Ulfah ngambek akhirnya saya terima dan tidak lupa berkata ‘ oke atuh, makasih nya, maap ngerepotin ‘ dan Ulfah menjawab ‘ iya gapapa atuh sop ‘ memang Ulfah ini sangat baik sekali. Mueheheheh :D Singkat cerita kami telah sampai di rumah Ulfah. Setelah itu kami lanjut berbincang bincang, dan tidak lama lalu terdengar adzan ashar berkumandang, kami pun menunaikan shalat ashar. Dan setelah salat ashar perut kami kembali keroncongan, gila yaaaaa ahahahaha Kemudian Ulfah ngajak jajan yang pedes pedes katanya ‘ sop, urang jajan yang pedes pedes yu, ada di warung deket pengajian abi ‘ lalu saya menjawab ‘ hayuuuuuuuuu ‘ kami pun tidak menunda nunda, langsung kami pergi dan tibalah di warung yang Ulfah maksud. Kemudian Ulfah menawari makanan pedes, yang bentuknya panjang kaya sapu lidi yang banyak dibungkus dengan plastik sambil berkata ‘ sop, mau ini ga? ‘ lalu saya menjawab ‘ ga ah sok we, ‘ dan Ulfah kembali berkata ‘ sok atuh sop, mau jajan apa aja kumpulin di sini ‘ lalu saya dan Ulfah mengumpulkan dan saya berkata ‘ ul, ini abi 2500 seun, nih uangnya ( sambil mengasih uang ke Ulfah ) ‘ lalu Ulfah menjawab ‘ oh iya, abi 3000 eun sop, masukin semua makanan kita sop, ke kantong kresek ini ( sambil ngasih kantung kresek berwarna item ) abi mau ngasih uang nya’ sementara itu saya memasukkan semua makanan yang telah di beli saya sama Ulfah dan sedangkan Ulfah ngasih uang ke warung tersebut ‘ lalu kami pun kembali menuju arah pulang ke rumah Ulfah, di perjalanan Ulfah kembali bercerita ‘ sop, da pemilik warung itu teh guru ngaji abi di pengajian sop, abi dita nuy, sama yang lainnya sering suka jajan di sini kalau abis pulang ngaji teh nongkrong dulu ‘ dan saya menjawab ‘ ohhhhhhhh ‘ Singkat cerita akhirnya kami sampei di rumah Ulfah, dan Ulfah memencet tombol power yang ada di tv, sambil berkata ‘ kita nonton tv aja we yu sop ‘ dan saya menjawab ‘ yuuuuu ’ sambil menonton tv, sambil kami memakan makanan yang tadi kami beli, dan ketiks Ulfah hendak memakan salah satu makanan yang bulet bulet dikit, pedas dan isinya dikit banget. Saya menanyakan pada Ulfah ‘ apa itu ul? Baru liat da abi mah ‘ Ulfah menjawab ‘ ini sop, sok gera cobain mau? Enak da. Dikit banget ya isinya ‘ lalu saya berkata ‘ engga, sok we. Enya dikit nya isina ’ tau teu sop, pas awal abisama temen pengajian tau ini ya, kita teh seperti biasa jajan dulu, dan ketika liat ini abige heran dikit banget isinya, komo nuy mah sop, sampe sampe bertanya ke guru ngaji teh, ini seratusan cenah? Kata guru ngaji abiteh lima ratus neng. Abi, guru ngaji abi sama yang lainnya teh pada ketawa ketawa. Tidak terasa sambil menonton tv, makanan pun hampir habis, dan ketika melihat ke kantong kresek masih terdapat satu makanan lagi, dan ternyata itu makanan tadi yang Ulfah tawarin ke saya, yang bentuknya kaya lidi, pedes dan lada. Lalu Ulfah bilang ‘ jadi juga sop beli ini ( sambil menunjukan kke arah makanan tersebut ) ‘ lalu saya kebingungan dan menjawab ‘ hah? Engga da abi mah ga beli ini. Pan tadi kata abiteh ga ah sok we. ‘ Ulfah kembali bertanya ‘ lalu siapa atuh yang beli ini sambil kebingungan ‘ dan saya menjawab ‘ di kira abi Ulfah lah yang beli. ‘ engga ih abi mah ga beli da ‘ kami berdua keheranan. Dan Ulfah pun kembali bicara ‘ sopi kan yang masukin ini semua ke kantong kresek ini ? ‘ lalu saya menjawab, ‘ iya abi, tapi abi mah gatau da, kan kata Ulfah sop masukin semua makanan sofi dan abi, nah si makanan ini teh ada di antara makanan kita, yaudah we sama abi teh di masukin, kiraain abi Ulfah lah yang beli. ‘ Lalu Ulfah tertawa dan berkata ‘ engga ih sop hahahha. Alah gimana atuh? Belum di bayar yang ini teh gak di itung sama abi da abiteh emang ga beli sop wkwkwk ‘ kemudian saya berkata ‘ alah gimana atuh? Hahahahaha ‘ dan Ulfah pun kembali berkata ‘ yaudah, gapapa sama abi aja we sini urang makan, entar di bayar. Ingetan abi ya sop bisi lupa ehehehe ‘ saya menjawab ‘ maap ya ul, da aslinya abi mah gatau da di kiraain teh ulpah beli ini, iya hahahaha ‘ Ulfah menjawab ‘ oke sop, gapapa wkwk ‘ kami berdua pun tertawa HAHAHAHAHA Waktu sudah menunjukan pukul setengah 5. Saya kemudian pamitan ke Ulfah, ‘ ul, abi pulang ah, udah sore. ‘ oh iya atuh, hayu sama abi anterin sampe ciparay sekalian abi mau ke toko bapa ‘ kami berdua pun berjalan menuju ciparay, dan berpisah ketika Ulfah sampai ke tokonya, kemudian saya berpamitan untuk pulang. Dan tidak lupa saya pun kembali berpamitan kepada Ulfah dan mengucapkan banyak terimakasih untuk semuanya, dan maap atas kejadian tadi hehehe. Dan Ulfah pun berkata ‘ iya sop, gapapa meni. Sok hati hati yaaaaa! Dadah ‘ ‘Oke dadah. Assalamualikum ul ‘ ‘ waalaikumsalam ‘ Kemudian saya pulangggggggggggggggggg menuju rumah saya, dan tiba di ruma pukul lima kurang 10 menit. Finally, setalah sampe rumah, saya pun langsung tidur karena sangat capek. Walaupun cape tapi sangat seru. • Itulah pengalaman main berdua bareng Ulfah untuk ke sekian kalinya, Thanks Ulfah Nurul Mutmainnah atas segalanya dan telah memperlakukan saya dengan baik~ muhehehe *sekian*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar